Siswa SD Hj. Isriati Moenadi Ungaran Rasakan Kehangatan Desa Muncar Lewat Program Live In Homestay “yang diselenggarakan oleh Pokdarwis Desa Muncar dan UNNES GIAT 13”
Semarang — Sebanyak puluhan siswa kelas 4, 5, dan 6 dari SD Hj Isriati Moenadi Ungaran mengikuti kegiatan Live In Homestay yang diselenggarakan oleh Pokdarwis Desa Muncar dan UNNES GIAT 13 selama tiga hari dua malam di Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Program ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk mengenal kehidupan desa secara langsung, sekaligus memperkaya wawasan budaya dan sosial mereka.
Hari Pertama: Sambutan Meriah dan Tradisi yang Menghidupkan

Kegiatan dibuka dengan penyambutan hangat di Joglo Ngidam Muncar, tempat ikonik yang menjadi pusat aktivitas budaya desa. Para siswa disambut dengan welcome dance khas daerah, menciptakan suasana penuh semangat dan kekaguman. Setelah pengkondisian dan pembagian tempat tinggal di Dusun Parean dan Dusun Ledok, siswa diajak menyelami budaya tradisional melalui permainan tempo dulu seperti eggrang dan bakiak, serta belajar memainkan gamelan.
Tak hanya itu, mereka juga mengunjungi peternakan lokal untuk memberi makan kambing, mengenal lebih dekat kehidupan agraris masyarakat. Malam harinya, suasana kebersamaan semakin terasa dalam acara kenduri bersama warga, mempererat ikatan antara siswa dan keluarga homestay.
Hari Kedua: Belajar Bersama dan Kreasi Kuliner Bunga Telang

Pagi hari dimulai dengan kegiatan belajar di sekolah lokal Desa Muncar. Siswa mengikuti senam pagi bersama anak-anak desa, lalu menari bersama dalam sesi tari tradisional yang penuh keceriaan. Mereka juga mendapat edukasi kuliner tentang bunga telang, tanaman khas desa yang bisa diolah menjadi teh telang dan kimbap telang—kreasi unik yang memadukan tradisi dan inovasi.
Siang harinya, siswa kembali ke Joglo Ngidam Muncar untuk latihan tari Rodad Abadi, sebuah tarian khas yang akan mereka pentaskan di akhir kegiatan. Petualangan budaya berlanjut dengan membatik ecoprint di Dusun Ledok dan praktik membuat sagon, jajanan tradisional, di Dusun Dukuhsari.
Hari Ketiga: Aktivitas Alam dan Perpisahan Penuh Haru

Hari terakhir dimulai dengan jalan pagi dari dusun menuju Joglo Ngidam Muncar, diikuti senam pagi bersama seluruh peserta. Kegiatan outdoor pun digelar, mulai dari menanam padi dan toga, bermain sepak bola lumpur, hingga fun tubing di aliran sungai desa yang menyegarkan.
Sebagai penutup, para siswa menampilkan hasil latihan mereka dalam pementasan tari Rodad Abadi. Suasana haru menyelimuti momen perpisahan antara siswa dan keluarga homestay yang telah menjadi rumah kedua mereka selama program berlangsung.

Program Live In Homestay ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran kontekstual, tetapi juga membangun karakter siswa melalui interaksi langsung dengan masyarakat, budaya, dan alam. SD Hj Isriati Moenadi Ungaran membuktikan bahwa pendidikan bisa menyatu indah dengan kehidupan, menjadikan pengalaman belajar sebagai kenangan yang tak terlupakan.

